Merupakan pusat pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Utara,dimana Tarutung
disamping menjadi salah satu kecamatan di Kabupaten Tapanuli Utara
tetapi juga sebagai ibukota dari Kabupaten Tapanuli Utara.
sungai sigeaon membelah tarutungDi tengah-tengah Kota Tarutung
terdapat sebuah sungai sigeaon (Aek Sigeaon) yang membelah 2 kota Tarutung.Di
tanggul (bronjong) sungai ini kita dapat menemukan kedai-kedai kecil
yang menjajakan makanan yang beraneka ragam.Tempat ini juga sering
dijadikan menjadi tempat nongkrong/berkumpul anak-anak muda tarutung.
Dari bronjong ini juga kita dapat menikmati pemandangan alam ke dolok
siatas barita dan dolok martimbang,jika di dolok siatas barita kita akan
melihat Salib Kasih maka di dolok martimbang kita akan melihat sebuah
pemancar telivisi yaitu pemancar TVRI.
Di Tarutung kita juga dapat menemui sebuah gedung kesenian (Sopo Partungkoan) bentuknya seperti rumah adat batak.Sopo Partungkoan pernah mengalami pemugaran secara total akibat dari kebakaran yang sangat mengejutkan masyarakat Tarutung.
Sopo partungkoanSopo partungkoan ini diapit 2 gedung pemerintahaan,di
kanan sopo partungkoan ini terdapat Gedung DPRD Taput dan di kiri
Gedung Badan Kepegawaian.
Di depan Sopo partungkoan kita dapat menemukan sebuah sumur yang
konon ceritanya di sumur inilah tempat pemandian Raja Sisingamangaraja
XII.
Dan tidak jauh dari Sopo Partungkoan ini terdapat sebuah Pohon Durian
(Tarutung) yang diyakini sebagai asal mula Rura Silindung berubah nama
menjadi Tarutung.Tapi sangat
disayangkan sekali,pohon durian yang sudah ratusan tahun ini tidak
pernah mengalami perawatan dari pemerintah,pohon ini hanya dijadikan
tempat orang-orang yang sedang kebelet saja,sampai-sampai baunya sangat
menyengat sekali.Padahal tidak jauh dari Pohon durian ini,kediaman
Bupati Tapanuli Utara sudah dapat kita temukan.
tugu tarutungDisaat memasuki area dari kota Tarutung,kita akan
menjumpai sebuah tugu perjuangan 1945.Tugu ini menampilkan patung
seorang ibu-ibu yang sedang membawa bakul dan membawa putranya serta
seorang pejuang yang memegang bambu runcing dan ikat kepala merah putih.Di tugu ini juga terdapat beberapa ukir-ukiran yang menceritakan perjuangan masyarakat dalam memerangi penjajahan Belanda.
Daerah yang pertama sekali kita dapatin adalah Naheong,di daerah ini
juga kita dapat menemukan RSU Swadana Tarutung,satu-satunya Rumah Sakit
yang ada di kota ini.
rsu tarutung
Naheong merupakan jalan masuk ke desa siualuompu,suatu desa yang
lumayan banyak menghasilkan bibit-bibit pemain bola muda di kota tarutung.Di desa ini juga kita dapat menemukan salah satu pengrajin kacang sihobuk bermarga manalu.
Menyusuri kota Tarutung tidaklah ruwet dan capek,karena kita langsung
berada di jl.Sisingamangaraja yang merupakan salah satu jalan besar
yang ada di Tarutung.Di
Jl.Sisingamangaraja ini kita dapat menemukan toko-toko buka,kantor pos
tapanuli utara,studio-studio photo,dan tentunya gedung DPRD dan Gedung
Kesenian (Sopo Partungkoan),sampai kita tiba di persimpangan 4 ditandai
dengan Tugu Jam yang bermotif dengan rumah batak.
simpang 4 tarutung
Di persimpangan ini juga sangat banyak anak-anak sekolah nongkrong
sepulang sekolah sekalian untuk menunggu angkot Aek mual dan Silindung
baik mereka yang mau pulang ke Sipoholon,parbubu,hutabarat dll.
Selain mempunyai salib kasih sebagai objek wisata,tarutung juga
memiliki sebuah lokasi pemandian yang tiada duanya yaitu Air Soda atau
lebih dikenal dengan Aek Rara yang terletak di desa Parbubu.
Pemandian ini memang sangat asing,rasa airnya memang soda pekat yang
bila kita menelan airnya akan terasa sakit di hidung dan pedih di mata.Di
dalam kolam pemandian ini apabila sedang mandi orang-orang tidak boleh
mengucapkan kata-kata kotor karena itu merupakan hal yang sangat tabu.
Dengan hamparan sawah,alam yang sejuk,udara yang segar dan
pemandangan yang sangat indah ke dolok siatas barita,kita juga dapat
melihat salib kasih dari lokasi pemandian ini.
aek rara alias air sodaLokasi pemandian ini sangat banyak dikunjungi
terutama di hari libur,baik itu masyarakat yang tinggal di daerah itu
sendiri dan juga orang-orang yang sengaja datang untuk menikmati
pemandian air soda dari daerah-daerah lain.Rasanya tidak akan klop
datang ke tarutung kalau tidak mandi di aek rara maupun air soda ini.
Rumah-rumah makan khas batak yang menyajikan saksang,panggang,dali ni
horbo,arsik dan masih banyak lagi makanan-makanan khas batak yang dapat
kita nikmati dengan selera tinggi yang belum tentu dapat kita nikmati
di daerah-daerah lain.
Kain khas yang dapat kita temukan di tarutung adalah ulos batak.Ulos
batak di kota tarutung masih dikerjakan dengan tenun tangan.Masyarakat
tarutung masih lebih memilih menggunakan alat tradisional dalam
melakukan pekerjaannya.Namun
sangat disayangkan karena beberapa jenis dari ulos batak sudah mulai
punah atau tidak di tenun lagi karena ulos tersebut tidak lagi laku jika
dijual.
Kacang garing sihobuk merupakan salah satu ciri khas dari kota
tarutung yang dapat kita jadikan sebagai oleh-oleh.Jangan pernah katakan
kepada orang-orang kalau anda baru tiba atau baru melakukan perjalan
dari kota tarutung jika anda tidak membawa kacang sihobuk,karena teman
anda kurang mempercayai cerita itu.Para perantau dari kota tarutung juga akan sangat malu jika pulang ke perantauannya tanpa membawa kacang sihobuk.
Kita tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak untuk membeli kacang
sihobuk,kacang ini tersedia dengan berbagai ukuran yang harganya masih
dapat dijangkau masyarakat ekonomi menengah kebawah.
Jangan pulak lupa untuk menyisakan waktu,untuk menikmati pemandian
air panas (Aek Rangat) di Sipoholon maupun di Hutabarat.Seperti
pemandian air soda,pemandian air panas Sipoholon dan Hutabarat juga
mempunyai daya tarik yang istimewa.
Tapi sangat disayangkan sekali,Pemkab Taput tidak memberdayakannya semaksimal mungkin.Kalau
menurut saya pemandian ini dapat terkenal bukan karena promosi dari
Pemkab Taput tetapi karena lokasi pemandian air panas ini,terutama
pemandian air panas Sipoholon memiliki lokasi yang sangat startegis
yaitu berada di jalur lintas sumatera.
Horas…Horas….Horas….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar